Langsung ke konten utama

Postingan

(Opini) Memahami Kesetaraan Gender

Sumber Foto : Pexels Kesetaraan gender bukan sekadar sebuah tujuan yang diamanatkan oleh nilai-nilai progresif, melainkan fondasi mendasar bagi masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Dalam era ini, kesetaraan gender masih menjadi sorotan utama dengan pro dan kontra yang beragam. Penting untuk menyadari bahwa kesetaraan gender bukanlah upaya untuk menempatkan satu kelompok di atas yang lain, tetapi lebih kepada penciptaan lingkungan di mana setiap individu memiliki hak, peluang, dan kewajiban yang sama. Dari satu sisi, pendukung kesetaraan gender melihatnya sebagai fondasi untuk masyarakat yang adil dan produktif. Memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang jenis kelamin, memiliki akses yang setara ke pendidikan, pekerjaan, dan peluang pengembangan, akan menciptakan basis yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial. Namun, terdapat pula suara kontra yang menyatakan bahwa kesetaraan gender dapat merugikan sebagian kelompok, terutama dalam konteks kebijakan affirmat...

(Reportase) Menyusuri Warisan Museum Wayang

Sumber Foto : Siti Fakhriyatussyah Aribah Langkah pertama ke dalam museum menghadirkan aroma sejarah yang tak terlupakan. Koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia terpajang dengan anggun, mengisahkan kisah-kisah epik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa. Mulai dari wayang kulit, wayang golek, hingga wayang klitik, setiap figur menceritakan cerita sejarah, mitologi, dan ajaran moral yang diteruskan dari generasi ke generasi. Ruang pameran terang benderang menciptakan panggung magis yang menghidupkan setiap karakter wayang. Para pengunjung diajak meresapi detail yang halus, dari ukiran kayu hingga warna-warna yang memikat. Sentuhan tangan para dalang yang teliti menciptakan karya seni yang tak hanya memukau mata, tetapi juga menyentuh hati. Tidak hanya sebagai tempat koleksi, Museum Wayang menjadi arena pembelajaran interaktif. Setiap pengunjung dapat merasakan sensasi menjadi dalang melalui panggung wayang mini yang disediakan. Inisiatif seperti ini me...

(Reportase) Cermin Budaya Qatar-Indonesia dalam Pameran 'Dialogue of Papers'

Sumber Foto : Siti Fakhriyatussyah Aribah Taman Ismail Marzuki atau TIM menggelar pameran seni di Galeri Emiria Soenassa yang bisa dikunjungi gratis dengan registrasi di tempat. Pameran ini di gelar dari 24 November 2023 hingga 16 Desember 2023 Pameran "Dialogue of Papers" di Taman Ismail Marzuki ini menghadirkan panggung seni yang megah, memadukan keindahan kertas sebagai medium utama dengan kekayaan budaya Qatar dan Indonesia. Dalam konteks Tahun Kebudayaan Qatar-Indonesia 2023, para seniman dari kedua negara bersatu untuk menciptakan karya-karya yang memukau. Pameran seni bertajuk Dialogue of Paper exhibition ini adalah kolaborasi seniman kontemporer Indonesia bernama Widi Pagestu dan Yousef Ahmad. Pameran ini, yang mengusung medium kertas sebagai jantungnya, mempersembahkan karya-karya yang melampaui batasan seni konvensional. Para seniman menciptakan narasi visual yang menyentuh, menggambarkan dialog mendalam antara dua budaya yang berbeda namun saling melengkapi. Dengan...

[Puisi] Masa Penuh Melodi Tawa

  Sumber Foto : Pexels Di bawah langit biru, di taman yang indah, Bayangan masa kecilku, bermain dalam keceriaan. Larian ringan di padang rumput yang hijau, Saat-saat itu, kini tinggal dalam kenangan yang merindu. Mainan kayu yang sederhana, menjadi teman setia, Gelak tawa anak-anak, seperti melodi yang riang. Malam terasa panjang, menantikan kisah dongeng, Masa kecil yang seolah-olah takkan pernah berakhir. Sorot mata yang polos, berbinar dalam keingintahuan, Petualangan sehari-hari, tak terbatas oleh waktu. Oh, betapa merindunya aku akan jalan setapak itu, Masa kecil, bagai lukisan yang abadi dalam kenangan. Sinar matahari yang lembut membelai wajahku, Saat ku lepaskan layang-layang di langit biru. Mainan kertas yang bersiul di angin, Masa kecil adalah waktu yang indah dan jujur. Melukis langit dengan warna-warna cerah, Menggambarkan dunia dalam imajinasi yang bebas. Tersenyum riang, tanpa beban di hati, Merindukan masa kecil, adalah kerinduan yang mengalir. Sekarang, langit biru...

[Puisi] Bintang Dalam Gelapnya Malam

Sumber Foto : Pexels Di dalam kegelapan, dia tegar berdiri, Melawan badai keterpurukan dengan tekad yang tulus. Langkahnya mungkin terhenti, namun tidak goyah, Dia adalah pejuang yang tak kenal lelah. Mata yang penuh dengan ketabahan, Menatap masa depan, menghadapi tantangan. Walaupun hatinya remuk, dia tak menyerah, Keterpurukan hanyalah awal dari kebangkitan yang nyata. Dalam senyap malam, ia berbicara pada bintang, Cerita kesedihan dan impian yang belum tercapai. Namun, cahaya bulan menjadi saksi bisu, Perempuan ini sedang berjuang untuk bangkit. Langit mungkin kelam, tetapi harapannya bersinar, Seperti bunga yang tumbuh di tengah hujan. Dia memahami kekuatan dalam kerapuhan, Menyulam keberanian dalam benang-benang kehidupan. Tangannya memegang pena, menulis kisahnya, Lembaran kertas menjadi saksi perjuangan dalam kegelapan. Dalam setiap huruf, ada kekuatan yang tak terlihat, Perempuan ini menolak untuk tenggelam dalam keputusasaan. Dalam senyap, dia mendengar suara hatinya, Berbica...

[Puisi] Tempat Terhangat Dalam Kerinduan

Sumber Foto : Pexels Di malam yang sunyi, bintang-bintang bersinar, Gadis sendiri di kota yang jauh dari rumah. Hatinya merindukan hangatnya pelukan, Rumah adalah lagu yang dinyanyikan kerinduannya. Dalam sepi kamarnya, dia menatap langit, Mencari jejak awan yang membawa pesan. "Rumah," bisik hatinya, seakan bertiup angin, Memperdengarkan cerita kampung halaman yang terdengar. Di dalam tidurnya, mimpi membawa pulang, Suara gemericik sungai, aroma pagi yang harum. Gadis itu tersenyum dalam pelukannya sendiri, Rumah bukan hanya tempat, tetapi kenangan yang abadi. Di jendela kota yang ramai, dia merenung, Mengenang pohon rindang di halaman rumah. Matahari terbenam, memanggil kenangan manis, Gadis itu merindukan senja di kampung halamannya. Melalui pesan-pesan dan suara telepon, Gadis itu merindukan cerita keluarga di meja makan. Suara tawa, sentuhan hangat, semua tak tergantikan, Rumah adalah kebahagiaan yang selalu ia impikan. Meski kota ini memberinya pelajaran dan impian, Dia...

[Puisi] Langit, Mimpi, dan Sebuah Ransel

Sumber Foto : Pexels Di bawah langit yang luas dan biru, Gadis itu melangkah, rantau jadi saksi. Menuju kota belajar, impian yang membara, Kuliah, bukan hanya sekadar panggung drama. Tas ransel di pundaknya, beban harapan, Melintasi jalan, melewati batas tanah. Gadis itu seperti burung merpati, Terbang mencari ilmu, bersiap untuk tumbuh. Di balik jendela mobil yang melaju cepat, Ia melihat desa yang ditinggalkan. Namun hatinya penuh dengan semangat, Kuliah adalah pintu menuju dunia yang terbuka. Bertemu teman-teman dari berbagai pelosok, Bahasa dan budaya menjadi sahabat baru. Gadis rantau belajar bukan hanya di buku, Tetapi di setiap percakapan, di setiap sudut kampus. Tak selalu mudah, ada rindu dan air mata, Namun ia terus maju, mengejar mimpi. Kelas kuliah seperti petualangan baru, Menambah bekal ilmu, membuat hati berdenyut kencang. Rindu akan kampung halaman terkadang menghampiri, Namun gadis rantau tahu, ini ujian sejati. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, Tetapi untuk membuktik...